CINTA BERTEPUK SEBELAH KENANGAN | Puisi Norman Adi Satria



Puisi “Cinta Bertepuk Sebelah Kenangan” karya Norman Adi Satria diangkat dari kisah nyata seorang lelaki yang belasan tahun memendam kerinduan, namun wanitanya mengalami hilang ingatan. Saat tak sengaja berjumpa di tepian jalan menuju stasiun, wanita itu sama sekali tak mengenal mantan kekasihnya karena memori ingatannya beberapa tahun belakangan dibatasi oleh dokter pasca mengalami trauma KDRT yang dilakukan oleh mantan suaminya.

Akankah wanita itu mengingat sang lelaki ketika kembali duduk berdua di sebuah kedai jahe merah, yang dulu merupakan tempat favorit mereka berdua?

Saksikan sampai akhir, dan jawab pertanyaan di akhir video.

————————————

JUDUL PUISI: CINTA BERTEPUK SEBELAH KENANGAN
Karya: Norman Adi Satria
Tahun Penulisan: 2021
Voice Over: Norman Adi Satria & Dinda Monica
Video Editor: Norman Adi Satria
NO COPYRIGHT MUSIC 1:
Free copyright sad piano – Ricardo De Santiago (Original Piano Composition) broke

NO COPYRIGHT MUSIC 2:
Really SAD song NO COPYRIGHT -Back- – Ricardo De Santiago (Original Piano Composition)

NO COPYRIGHT MUSIC 3:
‘Jul’ [Ambient Piano & Strings 🎄 CC-BY] – Scott Buckley

———————————————-

CINTA BERTEPUK SEBELAH KENANGAN
Karya: Norman Adi Satria

Sudah berkali-kali kuingatkan pada diriku sendiri:
Berhati-hatilah mencari
karena belum tentu kau siap menemukan

Dan ternyata benar,
dalam mencarimu
aku sama sekali tidak siap mendapati fakta
bahwa kamu bukan hanya melupakan kisah kita
bahkan kamu pun gagal mengingat aku siapa

“Nia, ini aku. Satria.”
“Aku minta maaf banget, Satria.
Memori ingatanku beberapa tahun terakhir memang dibatasi oleh dokter.
Aku punya kondisi yang kalau aku jelaskan akan panjang.
Singkatnya, aku menderita PTSD.
Tapi dari caramu memanggilku Nia,
aku yakin kamu bukan orang asing.”

PTSD
Post-Traumatic Stress Disorder
atau gangguan stres pascatrauma
Aku terkejut mendengarnya

Sepanjang jalan kamu bercerita
bahwa perceraianmu 3 tahun lalu
bersebab dari tindak kekerasan dari suamimu

PTSD itu membuat kamu takut bermimpi
Karena dalam mimpi peristiwa kelam itu terjadi lagi
Olehnya kamu dimaki, dicekik, ditampar, diludahi
dan dihantam ke dinding hingga nyaris mati

Langkahmu tiba-tiba terhenti
di sebuah kedai mungil di dekat stasiun
“Sepulang kerja, aku biasanya minum jahe merah di sini.
Berharap aku bisa mengingat siapa yang mengenalkanku pada tempat ini.
Jahenya dua ya, Kang.
Satria, kamu harus coba!”
ucapmu sambil menepuk kursi panjang, mengajakku duduk.

14 tahun lalu, akulah yang mengajakmu ke sini, Nia.
Kata batinku itu kucegah untuk terucap.
Karena aku tak peduli lagi kau mengingatku atau tidak

Kembali duduk berdua denganmu toh lebih berharga
daripada mengenang ingatan berjuta-juta

“Siapa nama lengkapmu, Satria?”
“Norman Adi Satria.”
“Hah? Serius? Norman Adi Satria penyair?”
“Kamu tahu aku penyair?”
“Baru seminggu lalu aku jatuh cinta pada puisimu.
Pacarku yang kasih puisimu ke aku.”
“Oya?”
“Iya. Aku suka.
Bahkan aku hafal salah satu kalimatnya:
puisiku jatuh cinta kepada matamu.
Itu so sweet banget sih…
Dan herannya, seolah aku menemukan diriku sendiri

Semua puisiku memang tentangmu, Nia.
Kembali kata batinku itu kucegah.

Sebuah mobil nampak menepi
Kekasihmu menjemput
“Aku duluan ya, Satria.
Kapan-kapan kita ngobrol lagi.
Jangan bilang kalau kamu… punya nomorku?!”
“Ya, aku punya.”
“Astaga… Aku pasti jahat banget, sama sekali ga inget kamu.”
“Gapapa, Nia… Lagian aku ga terlalu penting kok di masa lalumu.”
“Oke. Aku pulang duluan ya…”

Kulihat kekasihmu keluar dari mobilnya
membukakan pintu untukmu
dan kulihat lelaki itu mirip denganku
sebelum gondrong dan berantakan seperti ini

Kuberanjak ke stasiun
Tempat pertama kali kita berjumpa dulu
Dan pertama kali pula aku mendapatkan nomor ponselmu

Di tempat penuh kenangan ini
Akhirnya aku memutuskan untuk menghapus nomormu
Karena bukan cuma kamu
aku pun sesungguhnya telah gagal mengenalimu
jika mengenalimu adalah menyamakan serpih ingatan
dengan kamu yang sekarang

Meski nama dan senyummu tak berubah
Kamu bukanlah kamuku yang dulu.

Selamat tinggal, Nia.
Kalau mengingat masa lalu hanya akan membuatmu sakit
Aku siap menjadi bagian yang kamu lupakan.

Jakarta, 15 Maret 2021
Norman Adi Satria

——————————————

#puisi #cinta #normanadisatria #dialog #melawanlupa #hilangingatan #kenangan #moveon #normantis #mantan #mengikhlaskan #janda #sastra #literasi

Source: Youtube